Disusun Oleh :
Saefullah Syarifuddin
(Saefullah Syarifuddin)
KOMUNIKASI KELOMPOK KECIL
Semua organisasi
disusun untuk membagi orang kedalam kelompok. Kita biasa menyebutnya
departemen, divisi,unit, atau komite, tapi organisasi terdiri dari berbagai
macam kelompok kecil. Padahal, aktifitas kelompok kecil hampir berpengaruh
besar dari kehidupan kita; maka dari itu, pengaruhnya signifikan pada tingkah
laku kita. telah diperkirakan bahwa rata-rata orang me miliki lima atau enam
kelompok pada waktu tertentu dan bahwa jumlah kelompok-kelompok kecil yang ada
mungkin sekitar empat atau lima miliar. Tanpa menghiraukan tujuan-tujuan dari seorang profesional, dia (laki-laki) atau
dia (perempuan) akan menghabiskan banyak waktu berinteraksi dengan yang lainnya
dalam beberapa macam penetapan kelompok.
Karena kita
menghabiskan banyak waktu dalam kelompok-kelompok kecil, pemahaman tentang
perilaku kelompok kecil dan komunikasi penting. ada lima alasan yang mendukung
kebutuhan ini :
1.
Ada Kelompok-kelompok; urusan-urusan yang mudah dilaksanakan harus
ditangani oleh individu, atau seorang anak, dan mereka harus termasuk ke dalam
hitungan perilaku manusia yang memadai.
2. Kelompok-kelompok
yang tidak bisa dihindari dan ada dimana-mana. Sifat biologis orang, kecakapan
mereka berbahasa, sifat lingkungan mereka yang telah dibangun selama ribuan
tahun ke dalam bentuk sekarang yang membutuhkan orang-orang berada di dalam
kelompok.
3. Kelompok-kelompok
memobilisasi kekuatan besar yang menghasilkan pengaruh yang sangat penting bagi
individu-individu.
4. Kelompok-kelompok
bisa menghasilkan konsekuensi-konsekuensi baik dan buruk.
5.
Suatu pemahaman yang benar
dari dinamika kelompok membiarkan kemungkinan konsekuensi yang diinginkan dari
kelompok-kelompok yang bisa dengan sengaja ditingkatkan.
Itu
adalah dengan pengetahuan ini dinamika kelompok disibukkan dalam bab ini.
Akan tetapi, sebelumnya kita menggali materi pelajaran.
APAKAH
KELOMPOK KECIL ITU?
sebagian besar perkiraan jumlah orang yang
dibutuhkan untuk membentuk berbagai kelompok kecil dari 3-20. Akan tetapi, dibutuhkan lebih dari
sekedar dekat dari kumpulan orang-orang untuk membentuk suatu kelompok. untuk
dianggap sebagai suatu kelompok sejumlah karakteristik harus ada. Karakteristik-karakteristik
ini bisa ditemukan dalam beberapa kutipan dan definisi spesifik dari sebuah
kelompok kecil. Sebagai contoh, suatu kelompok kecil adalah :
1.
Ada sejumlah orang terlibat
dalam interaksi satu sama lain dalam sebuah pertemuan tatap muka tunggal atau banyak dalam pertemuan tersebut, dimana
masing-masing anggota menerima beberapa kesan dan persepsi dari setiap anggota
yang lain yang cukup berbeda sehingga ia
bisa, baik pada saat itu atau dalam pertanyaan berikutnya; memberikan beberapa
reaksi terhadap masing-masing orang lain sebagai pribadi individu, meskipun dia
hanya mengingat bahwa yang lain hadir.
2. Sebuah
sistem interaksi terbuka dimana tindakannya menentukan struktur dari sistem dan
interaksi turut mengerahkan efek sama kedudukan pada identitas sistem.
3. Sebuah
unit sosial yang terdiri dari sejumlah orang yang berdiri banyak atau sedikit yang status pasti dan
hubungan peranan satu sama lain dan yang memiliki seperangkat nilai-nilai atau
norma-norma sendiri, mengatur perilaku anggota individual, setidaknya dalam hal
konsekuensi.
4. Suatu
kumpulan individu yang memiliki hubungan satu sama lain yang membuat mereka saling
bergantung untuk beberapa tingkatan yang signifikan.
5. Sejumlah
orang yang sering berkomunikasi dengan satu sama lain dalam suatu rentang
waktu, dan yang hanya beberapa sehingga setiap orang bisa berkomunikasi face to
face (tatap muka).
Dengan definisi ini,
kita bisa mulai melihat bahwa sebuah kelompok kecil pada dasarnya terdiri dari
sejumlah orang yang berinteraksi satu dengan yang lain, secara psikologis tahu
satu sama lain, dan menganggap dirinya sebagai kelompok. Untuk tujuan-tujuan
kita, sebuah kelompok kecil bisa
digambarkan sebagai tiga orang atau lebih yang sering kali bertemu satu sama
lain sedemikian rupa yang mereka pengaruhi dan dipengaruhi oleh satu sama lain.
Pertemuan ini bergantung atas interaksi face to face, yang mana adalah karakteristik
utama dari semua kelompok-kelompok kecil. Interaksinya mengarah pada emisi
perilaku dalam kehadiran yang dimiliki satu sama lain, hasil kreasi
masing-masing, dan komunikasi satu sama lain.
Dengan definisi di dalam pemikiran, sekarang
kita bisa menguji beberapa elemen-elemen dari sikap kelompok, khususnya, apa
karakteristik-karakteristik dari kelompok dan bagaimana melakukan fungsinya?
UNSUR-UNSUR
SIKAP KELOMPOK
Meskipun istilah
“sikap kelompok” akan sering digunakan dalam bab ini, kamu mengakui, tentunya,
bahwa anggota-anggota individu yang berkelakuan bukan anggota. Dan bahkan
benar-benar tidak ada hal sebagai sikap kelompok, beberapa aspek penting dalam
kelompok yang telah diperkenalkan. Sebagai contoh, tiga berhubungan tapi
unsur-unsurnya berbeda yaitu aktifitas, interaksi, dan perasaan.
Suatu aktifitas
adalah sesuatu yang orang kerjakan. Interaksi adalah komunikasi antara
orang-orang dalam satu aktifitas yang merupakan jawaban sikap dengan yang lain.
Sebuah perasaan adalah suatu pikiran tentang seseorang atau sesuatu. Tiga unsur
ini penting karena, lebih banyak interaksi berada diantara individu-individu, lebihnya
akan dibagi di aktifitas dan perasaannya, dan lebih banyak perasaan individu
dimiliki untuk satu dengan yang lain, lebih nya akan dibagi aktifitas dan
perasaannya.
Aktifitas, interaksi,
dan perasaan adalah komponen yang saling berhubungan yang menentukan bagaimana
sebuah kelompok terbentuk. Untuk memahami fungsi bentuk kelompok, kita butuh
menentukan dua unsur : pengembangan kelompok dan karakteristik kelompok.
PENGEMBANGAN
KELOMPOK
Terlihat ada urutan
yang berhubungan dengan perkembanganpada kebanyakan kelompok-kelompok kecil
memperhatikan hubungan-hubungan antar perorangan dan sikap tugasnya. Tingkatan
antar perorangan dari perkembangan kadang-kadang mengarah pada struktur
kelompok karena mereka diperhatikan dengan bagaimana anggota kelompok berbuat
dan berhubungan dengan orang lain. Sebuah model yang dimaksud dari rangkaian
yang berhubungan dengan perkembangan ditunjukkan dalam exhibit 15-1 dan
didiskusikan dibawah ini.
Struktur
Kelompok
Tingkat pertama dari
bentuk pengembangan kelompok dinamakan “pengujian dan
kepercayaan/ketergantungan”. selama fase ini dilakukan sebuah usaha oleh
anggota kelompok untuk menemukan mana perilaku antar individu dapat diterima
oleh kelompok;norma-norma ditetapkan. Tingkat kedua dinamakan “konflik
intragrup”. Selama fase ini anggota-anggota kelompok menjadi bermusuhan
terhadap satu sama lain karena mereka mengekspresikan individualitas mereka dan
menolak struktur. Tingkat tiga dinamakan “pengembangan kepaduan kelompok”
karena anggota mulai menerima satu sama
lain. Mereka menjadi satu kesatuan, dan keselarasan menjadi terpenting.
Tingkat ke empat dinamakan “peran keterkaitan fungsional”. Selama fase ini kelompok
menjadi alat pemecahan masalah. Setiap orang sekarang bisa mengambil dan
memainkan peranan yang akan menambah tugas kegiatan kelompok.
Dua bidang utama dari
ketidakpastian internal yang harus diatasi sebelum kelompok menjadi pemecah
masalah sesungguhnya yang dipercaya (hubungan yang dipercaya) dan saling
terikat(hubungan individu). Ini dua dimensi dari bentuk inti kesesuaian
kelompok dari kebanyakan teori pengembangan kelompok. Mereka, padahal,
rintangan utama pengembangan dari komunikasi kelompok valid.
Tugas
Kegiatan
Bagian lain dari
rangkaian bentuk yang berhubungan dengan perkembangan kelompok dilakukan dengan
tugas kelompok-kandungan interaksi berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan.
Tahap pertama adalah “orientasi tugas.” Selama fase ini anggota kelompok
berusaha mengidentifikasi tugas, tipe
informasi dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan bagaimana informasi ini
diperoleh. Tahap kedua adalah sebuah “tanggapan emosional trhadap tuntutan
tugas”. Selama fase ini reaksi emosional anggota terhadap tugas sebagai suatu
bentuk dari perlawanan. Tahap ketiga adalah sebuah “pertukaran terbuka opini
yang berkaitan”.Selama fase ini anggota bertukaran interpretasi dari mereka
sendiri, setiap orang, dan tugas.
Keterbukaan adalah sangat berkarakter pada waktu ini. Tahap ke empat
adalah mengidentifikasi sebagai “munculnya solusi”. Selama fase ini anggota
berusaha membangun pada kesuksesan penyelesaian tugas dan tambahan wawasan
kedalam individu dan proses antar individu dan membangun perubahan diri.
Sebagaimana yang kamu
bisa lihat, ini dua gambaran dari rangkaian yang berhubungan dengan
pengembangan dalam kelompok kecil pararel satu sama lain. Mereka terjadi karena
aspek bersama dari fungsi kelompok dan mempersiapkan kita melihat peranan
fungsional oleh anggota kelompok.
KARAKTERISTIK
KELOMPOK
Sekali sebuah
kelompok telah menjadi sebuah kesatuan fungsi, ada empat elemen-elemen yang
terlihat menggambarkannya: identitas, status,formalitas, dan kepaduan. Keempat
ini terjadi dalam tingkatan yang berbeda dan mempengaruhi perilaku kelompok.
Identitas
Semua kelompok unik,
dan masing-masing caranya bekerja keluar untuk berbuat pada unit-unitnya. Anggota-anggota tidak diperbolehkan untuk lupa bahwa mereka adalah bagian dari
sebuah kelompok yang merupakan penting bagi mereka dan untuk segenap
organisasi. Sebagai tambahan, kelompok mengatur segala perilaku anggota untuk
membentuk dan mempertahankan identitasnya.
Status
dan martabat
Status biasanya
mengarah pada tingkatan yang anggota kelompok pasti miliki atribut sosial yang
disetujui, pentingnya peran yang diberikan, atau untuk melaksanakan pengaruh.
Status mungkin diberikan dan dikeluarkan oleh individu. Biasanya, suatu
kelompok menugaskan status level paling tinggi. Demikian pula, martabat
mengarah pada peringkat yang umumnya diterima dari anggota kelompok; yaitu
martabat tinggi (status) individu yang punya hak pasti, pendapatan, atau
kekuatan. Sekali sebuah status hirarki martabat yang sudah tidak bisa
dipungkiri, itu akan mempengaruhi arus, makna, kualitas, dan ketepatan
komunikasi.
Formalitas
Sebuah kelompok bisa
diklasifikasikan baik sebagai formal atau informal. Jika sebuah kelompok
memiliki pendifinisian yang baik, struktur berkembang dengan tinggi, berpikir
formal. Peranan sering berdasar pada kontrak atau kebijakan politik,
pelanggaran syarat akan menghasilkan dalam aksi disipliner formal. Jika sebuah
kelompok tidak memiliki karakteristik yang tetap tapi itu lebih secara spontan,
itu ditetapkan informal. Kebanyakan kelompok ada pada beberapa level antara dua
formalitas tinggi yang sangat berbeda dan informalitas tinggi.
Kohesi/kepaduan
Sebagai tambahan
identitas, status, dan formalitas, kelompok bisa dibentuk oleh satu kepaduan.
Kepaduan mengarah pada kemampuan kelompok untuk menjalankan bersama. Itu
berhubungan dengan kekuatan internal sebuah kelompok. Umumnya, kepaduan
kelompok lebih demokratis, bekerjasama, bersahabat, orientasi lebih baik, lebih
berkordinasi, lebih tertib, kelompok lebih terpusat. Lebih siap menerima ide
dari yang lain, lebih perhatian satu sama lain, lebih berwawasan, dan lebih
produktif dari kelompok yang tidak berpadu.
Ketetapan oleh
keanggotaan kelompok, pengakuan, keamanan,dan emosional mendukung konstitusi
sebuah kepaduan kelompok. Produktifitas, moral, dan komunikasi dianjurkan.
Kepaduan dan Produktifitas.
Sebuah kepaduan kelompok tinggi akan memaksimalkan umpan balik dan
kemungkinannya produktif. Sebagai tambahan, umumnya memiliki
kepuasan,kesenangan, dan kebahagiaan anggota. Karena peningkatan kepaduan,
kapasitas kelompok akan menjaga anggota dan kecenderungan berpartisipasi juga ditingkatkan. Tipikal
kepaduan kelompok menghasilkan lebih karena anggota berinisiatif dan membantu
satu sama lain.
Kepaduan kelompok
juga menentukan apakah seorang individu akan bersama-sama dengan kelompok dan
bekerja bersama mencapai tujuan. Anggota dari kelompok berpadu biasanya
menerima tujuan kelompok apakah mereka menggambarkan tinggi atau rendahnya
produktifitas.
Kepaduan dan Moral. seperti
produktivitas tergantung pada keterpaduan, begitu juga moral. Salah satu arti
umum dari moral mengarah pada keefektifan level kelompok. Sebagai contoh, dan
bagaimana anggotanya merasakan milik kelompok. Sebagai contoh, kelompok dengan
kepaduan tinggi cenderung berisik, penuh canda, permainan personal,
pertentangan, dan bahkan argumen; pertemuaan kerja dari kepaduan kelompok
rendah diam, sopan, membosankan, dan apatis.
Kepaduan dan komunikasi.
Kepaduan mengakibatkan keinginan besar antara anggota kelompok untuk
berkomunikasi, menciptakan iklim yang mendorong umpan balik dengan mengurangi
hambatan yang menghalangi penuh, bebas, dan jujur memberi dan menerima. Anggota
dari kelompok yang berpadu meminta informasi
yang mereka butuhkan karena tidak takut
kelihatan bodoh; mereka juga lebih tidak setuju.Anggota yang merasa
keputusannya buruk akan mengangkat pertanyaan. Dalam organisasi dengan kepaduan
rendah, anggota sering mengizinkan kelompok untuk mengambil tindakan bijaksana
dari ketegangan struktur sosial dengan ketidaksepakatan.
FUNGSI-FUNGSI
KELOMPOK
Demikian, kelompok
bisa digambarkan dalam beberapa cara berbeda. Mereka juga menyediakan
keanekaragaman fungsi-fungsi yang berguna dan beberapa penyelewengan fungsi
bagi individu dan organisasi.
Fungsi-fungsi
berguna
Kerja kelompok
biasanya dibentuk untuk mencapai tugas khusus. Akan tetapi, kebanyakan kelompok
berorientasi ke arah pencapaian tujuan utama. Dan pastinya benar bahwa individu
kelompok bisa bekerja sama bisa sering mencapai lebih dari jumlah sama dari
orang yang bekerja sendiri. Pembagian ide dan umpan balik yang terjadi dalam
sebuah kelompok kecil mengarah pada sinergi dan petunjuk-petunjuk bahwa sebuah
kelompok mencapai lebih dari jumlah bagiannya.
Fungsi lain dilakukan
oleh kelompok adalah kepuasan dari kebutuhan psikologi. Beberapa dari fungsi
psikologi kelompok bisa terisi penuh, pertama,sebuah outlet untuk kebutuhan keanggotaan. Hampir
setiap orang butuh beberapa persahabatan, dukungan dan cinta. Kedua,sebuah
sumber dukungan emosional pada anggota kelompok. Kerja kelompok dan terapi kelompok sama-sama memberi anggota dengan
hiburan dan dukungan. Ketika anggota kelompok dari suatu kepaduan kelompok
merasa putus asa emosional, dia(laki-laki) atau dia (perempuan) bisa
mengandalkan kelompok untuk beberapa dukungan sementara. Personil penjualan
bisa komplain tentang pelanggan untuk kelompok kerja; pengacara bisa melepaskan
frustasinya tentang klien kepada temannya; dan pekerja sosial bisa mendapat
simpatik dari pekerja sosial yang lain ketika mereka mendiskusikan masalah yang terlibat dalam lembaga penanganan klien. Ketiga,
sarana untuk mengatasi dengan musuh bersama. Dalam beberapa tahun terakhir,
kelompok kerah putih telah lebih terbiasa dengan aksi kolektif dalam
menyuarakan keluhan mereka tentang kerja. Orang-orang merasa lebih aman ketika mereka
bersama-sama mendiskusikan strategi; gerakan bersama adalah mekanisme yang
lebih kuat daripada bergerak sendiri.
Satu
fungsi lain dari sebuah kelompok adalah untuk menyediakan informasi tentang
struktur internal dan proses. Demikian, beberapa dari tujuan-tujuan paling
prinsip dari sebuah kelompok adalah :
- Menyediakan sebuah pelayanan tanpa kompensasi financial yang teratur(institusi social seperti bala keselamatan).
- Menyediakan barang dan pelayanan untuk keuntungan ekonomi(bisnis, industry, dan pasar gelap).
- Menyediakan kebutuhan spiritual individu(gereja, perintah agama, sekte, dan pemujaan).
- Melindungi individu dari yang membahayakan (tentara, garda nasional, polisi dan pemadam kebakaran).
- memelihara ketertiban sosial dan kontinuitas(pemerintah, lembaga di semua tingkatan, system yudisial, dan sekolah).
- Pemenuhan social, rekreasi dan kebutuhan interaksi individu(asosiasi sukarelawan yang bukan pelayanan, klub,perkumpulan wanita, dan tim atletik yang bukan professional).
Penyelewengan fungsi
Meskipun
kelompok membentuk sejumlah fungsi yang membangun, mereka juga menyediakan
beberapa penyelewengan fungsi, ketua yang sesuai. Kelompok membawa tekanan pada
anggota untuk patuh pada norma-norma dari kelompok itu yang berdampak paling
besar pada mereka pada waktu yang
diberikan. Penyimpangan dari norma-norma ditolak dan diisolasi dari kelompok.
Tentunya, tidak semua individu patuh; beberapa orang sengaja mencontoh
perilakunya langsung bertentangan dengan norma-norma kelompok. Ini mengarah
pada sebagai “tidak menurut”. Variable
kunci yang mempengaruhi sejumlah orang akan patuh pada ringkasan dalam exhibit
15-2.
Sebagai
tambahan, sumber tekanan mengarah pada keseragaman antar anggota kelompok dan
kondisi untuk keseragaman didiskusikan di bawah ini.
Sumber-sumber tekanan mengarah pada keseragaman. Ada empat sumber utama dari tekanan yang mengarah
pada keseragaman antar anggota kelompok. Ini hasil tekanan dari kelemahan pada
norma social sebagai sebuah penentu prestasi kerja .
- Ambiguitas situasi. Ketika orang tidak pasti dari apa yang mereka harapkan, mereka menjadi agak tergantung pada norma-norma perilaku apapun yang mungkin tersedia.
- Pentingnya pergi bersama-sama dengan kelompok untuk pencapaian tujuan. Orang-orang akan taat pada tingkah laku norma-norma kelompok ketika menjadi kenyataan bahwa mereka secara teknologi bergantung satu sama lain.
- Menurunnya kepercayaan diri individual.orang-orang yang rendah percaya dirinya menerima perilaku norma-norma kelompok.
- kesesuaian tujuan yang ditawarkan individu. Ketika tujuan kelompok berhubungan dengan tujuan individu, orang akan cukup bersedia untuk mematuhi standar kinerja kelompok.
Kondisi untuk kesesuaian norma-norma. Kekuatan menuju kesesuaian mungkin bisa dipandang
sebagai kekuatan internal (ini berdasar pada konflik intrapersonal) atau
kekuatan eksternal (yang disebabkan oleh yang lainnya). Kekuatan tekanan menuju
ragam kesesuaian dengan kepaduan kelompok dan issu yang relevan pada kelompok.
Ada tiga
proses yang melalui kesesuaian yang bisa diinduksi pada anggota kelompok:penyimpangan
ketidaknyamanan, pelaksanaan dan internalisasi.
Penyimpangan ketidaknyamanan. Beberapa
orang mengubah pendapat dalam menghadapi tekanan kelompok. Yaitu, mereka
menjadi tidak nyaman dan khawatir karena suatu ketidaksesuaian dan karena itu
sesuai dengan keinginan atau pendapat-pendapat kelompok.
Pelaksanaan.
Pelaksanaan kesesuaian norma-norma kelompok bisa mengambil bentuk dari denda
moneter untuk hal-hal seperti keterlambatan atau umpatan, komentar negative, sindiran
tajam atau ejekan, atau bahkan pengeluaran dari kelompok.
Internalisasi.
Internalisasi terjadi ketika nilai-nilai
implement diterima oleh norma-norma kelompok. Anggota kelompok membentuk
gerakan pasti karena mereka melakukan
hal “benar.
Kesesuaian
tekanan kelompok adalah hal yang perlu jika sebuah kelompok beroperasi dengan
lancer. Akan tetapi, kesesuaian prosedur tidak harus bingung dengan kesesuaian
dalam berpikir. Kesesuaian dalam prosedur penting, tapi kesesuaian
yang tidak terpikirkan untuk pendapat mayoritas bisa merusak fungsi kelompok
dan pada kepribadian individu.
Exhibit 15-2
Ringkasan
variable kesesuaian kelompok
VARIABEL KUNCI YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KESESUAIAN DALAM KELOMPOK
1. Karakteristik kepribadian yang dapat mempengaruhi
anggota kelompok untuk menyesuaikan diri adalah:
a. tingkat kepatuhan(orang lebih patuh lebih sesuai);
b. tingkat percaya diri(percaya diri tingkat tinggi
menghasilkan tingkat rendah kesesuaian);
c. otoritarianisme(pikiran tertutup orang lebih sesuai
dari otoritas lebih tinggi dari pikiran terbuka individu);
d. Kecerdasan(kecerdasan yang lebih besar menghasilkan
kesesuaian lebih rendah);
e. Originalitas(originalitas yang lebih besar, kesesuaian
semakin rendah);
f.
Pencapaian
kebutuhan(pencapaian kebutuhan lebih rendah hasil dalam kesesuaian tinggi)
g. Kebutuhan untuk kesepakatan sosial (kebutuhan lebih
tinggi untuk kesepakatan hasil dalam kesesuaian yang lebih besar);
2. Variabel intragrup yang tampaknya mempengaruhi
kesesuaian adalah:
a. Kepaduan(kepaduan yang lebih besar, kesesuaian lebih
tinggi)
b. Ketertarikan kelompok(ketertarikan kelompok yang lebih
adalah untuk anggota, yang lebih besar akan menjadi kesesuaiannya)
c. kepentingan kelompok(kepentingan lebih, kesepakatan
lebih tinggi).
d. Jumlah interaksi(interaksi yang lebih besar
menghasilkan tingkat kesepakatan yang lebih tinggi).
3. Tekanan eksternal yang tampaknya mempengaruhi
kesepakatan adalah:
a. kebesaran kelompok(kesepakatan meningkat karena
kebesaran meningkat, sampai 4-5: setelah ini kesepakatan menurun);
b. struktur kelompok(jaringan desentralisasi yang
mengikuti interaksi kelompok yang lebih besar menghasilkan kesepakatan lebih
tinggi);
c. kesulitan masalah atau tugas diperhadapkan
kelompok(tugas-tugas yang lebih sulit menghasilkan kesepakatan lebih tinggi);
d. sifat baru situasi(situasi yang lebih baru
menghasilkan kesepakatan lebih besar, jika kesuksesan situasi sebelumnya);
e. tekanan untuk permufakatan(tekanan lebih besar
menghasilkan kesepakatan lebih tinggi);
f.
tingkat kegentingan
atau darurat(kegentingan menghasilkan tingkat kesepakatan lebih tinggi);
g. tingkatan ambiguitas situasi( situasi ambiguitas yang
lebih menghasilkan kesepakatan lebih tinggi).
BERPIKIR KELOMPOK
Salah satu efek disfungsional kesepakatan yang
membatasi dan interferes obyektif, berpikir kritis adalah pikiran kelompok.
Juga memiliki beberapa hubungan pada kepaduan diskusi sebelumnya, sejak
berpikir kelompok selalu terjadi dalam kepaduan kelompok. Alasannya bahwa
anggota punya kekuatan, perasaan positif terhadap kelompok dan motivasi tinggi
untuk bagian tetap dari kelompok. Mereka mempunyai rasa solidaritas yang kuat
dan mendorong permufakatan pada harga
apapun. Perhatikan:
Seorang eksekutif dari sebuah perusahaan obat dan
seorang staff ilmuwan berjas putih terlibat dalam diskusi yang
mengasyikkan di luar pintu ruang rapat.sang
eksekutif menolak permintaan dokter bahwa dia diizinkan untukmenghadirkan pada
papan temuan negatif nya pada produk obat baru yang diusulkan.karena pengalihan
layar pada papan pertemuan… ketua mengatur suara positif dari kelompok dengan
membuka pertemuan dengan pernyataan optimis tentang pertumbuhan perusahaan masa
lalu dan dividen(keuntungan saham yang tinggi). Manager pemasaran(hanya dalam
percakapan dengan dokter) mengikuti dengan prediksi penuh harapan sebuah
investasi yang baik dan pengembalian yang tinggi pada berat yang baru
dikembangkan-pengurangan obat. Byrotonin. Beberapa anggota kelompok mengajukan
pertanyaan tentang kompetisi, izin pemerintah, dan keamanan, semua yang percaya
diri menjawab atau tidak mengindahkan, dengan komentar-komentar tentang “data
meyakinkan”, “dukun/tukang obat”,dan “orang-orang FDA”. Ketika pengacara, akan
tetapi, menunjukkan bahwa perusahaan harus menguji produknya lebih lanjut, protes-protes
dikeluarkan oleh anggota lain: resiko diperlukan, itu adalah sebuah resep-hanya
obat, perusahaan memiliki reputasi terbaik di lapangan. ketua menegur anggota
yang membangkang terdiam dengan hasil-hasil. Ditanya tentang laporan dokter,
manager pemasaran mengangkat bahu dari
ilmuwan yang keberatan sebagai “konservatif” dan ” barang biasa”. Kemudian
salah satu anggota bersikeras tegas, “mari kita pergi dengan itu. Kita tidak
punya apa-apa untuk khawatir”. Pada prediksi percaya diri itu, dengan tidak ada
pertanyaan lebih lanjut, kelompok membuat keputusan bulat untuk memasarkan obat
itu.
seperti "pikiran kelompok" hasil dari
"kita versus mereka" merasakan dan mendorong pengambilan keputusan
yang buruk, teknik-teknik pemecahan masalah.
HASIL-HASIL DARI KEPUTUSAN BURUK-MENGADAKAN LATIHAN
Setidaknya ada enam kekurangan utama dalam membuat
keputusan yang berkontribusi terhadap kegagalan untuk memecahkan masalah secara
memadai. Masalah-masalah ini bisa terjadi pada sebuah kelompok kecil.
1. Diskusi kelompok akan dibatasi untuk beberapa tindakan
program alternatif (sering hanya dua) tanpa survei dari berbagai macam alternative.
2. Kelompok gagal untuk menguji kembali tindakan program yang mulanya disukai oleh
mayoritas anggota dari sudut pandang risiko dan kelemahan yang belum ada yang
belum dipertimbangkan ketika awalnya dievaluasi.
3. Anggota kelompok mengabaikan tindakan program yang
awalnya dievaluasi oleh mayoritas kelompok.
4. Kelompok membuat sedikit atau tidak ada usaha untuk
memperoleh informasi dari ahlinya yang bisa menyediakan perkiraan suara
kerugian dan keuntungan yang diharapkan dari tindakan program alternative.
5. Bias selektif ditunjukkan dengan cara kelompok
bereaksi terhadap informasi faktual dan penilaian yang relevan dari para pakar,
media massa, dan kritikus luar.
6. anggota menghabiskan sedikit waktu berunding tentang
bagaimana kebijakan yang dipilih mungkin terhalang oleh inersia birokrasi,
disabotase oleh lawan politik, atau untuk sementara tergelincir oleh kecelakaan
umum yang terjadi untuk yang terbaik-pada rencana yang tertunda.
REKOMENDASI UNTUK MENCEGAH KELOMPOK BERPIKIR
Perbaikan untuk mencegah kelompok berpikir
diringkaskan di bawah ini. Karena anda meninjau rekomendasi ini, ingat bahwa
fungsi kelompok karena mereka sebagai anggota
membuatnya berfungsi dan konflik itu perlu dipersiapkan untuk
kreatifitas.
Rekomendasi
Dan Efek Samping Yang Tidak Mereka Inginkan
1. pemimpin harus menetapkan peranan evaluator penting
untuk setiap anggota dan mendorong kelompok untuk memberikan prioritas tinggi
untuk menayangkan keberatan dan keraguan.
2. Seorang pemimpin, ketika membuat penugasan kelompok,
harus berimbang sebaliknya menyatakan preferensi dan pengharapan pada awalnya.
ini memungkinkan para anggota berkesempatan untuk mengembangkan suasana
penyelidikan terbuka dan memihak penelitian tingkatan yang lebih besar dari alternative.
3. organisasi dimana dimiliki anggota kelompok harus
secara rutin mengikuti latihan administrasi dari yang disiapkan beberapa
perencanaan independen dan evaluasi
kelompok untuk bekerja pada pertanyaan kebijakan yang sama, masing-masing
melaksanakan musyawarah di bawah pemimpin yang berbeda.
Rekomendasi untuk
mengimbangi penyekatan/isolasi
4. selama periode ketika kelayakan dan efektivitas dari
alternatif kebijakan yang sedang disurvei, kelompok harusnya dari waktu ke
waktu membagi ke dalam dua atau lebih sub kelompok untuk bertemu secara
terpisah, di bawah ketua yang berbeda, dan kemudian datang bersama-sama untuk
menuntaskan perbedaan.
5. anggota kelompok harus mendiskusikan secara berkala
pembahasan mereka dengan rekan terpercaya di unit mereka sendiri dari
organisasi dan melaporkan kembali reaksi mereka.
6. satu atau lebih pakar dari luar atau kolega yang
memenuhi syarat dalam organisasi yang bukan anggota inti kelompok harus
diundang untuk setiap pertemuan secara bergantian dan harus didorong untuk
menantang pandangan dari anggota inti.
Rekomendasi untuk
mengimbangi bias kepemimpinan
7. Di setiap pertemuan yang ditujukan untuk mengevaluasi
alternatif, setidaknya satu anggota kelompok harus diberi peran pada advokat
iblis.
8. setiap kali masalah melibatkan hubungan dengan
kelompok saingan, blok yang waktunya cukup besar (mungkin seluruh sesi) yang
harus dikeluarkan survei semua sinyal peringatan dari saingan dan membangun
skenario alternatif dari niat saingan.
9. setelah mencapai konsensus awal tentang apa yang
tampaknya menjadi alternatif terbaik, keputusan yang dibuat kelompok harus
mengadakan npertemuan "kesempatan
kedua" di mana setiap anggota diharapkan untuk mengekspresikan sejelas dia
bisa meninggalkan semua keraguan dan untuk memikirkan kembali seluruh yang
masalah yang ada sebelum membuat sebuah pilihan yang pasti.
Rekomendasi ini perlu diingat karena sebagai sebuah
kelompok mengembangkan kekompakan yang kuat, anggotanya cenderung untuk berbagi
ilusi kekebalan. akibatnya, korban kelompok berpikir berupaya untuk melindungi
pemimpin dan sesama anggota dari informasi yang merugikan.
karena
disfungsi tersebut dalam perilaku kelompok, bagaimana sebuah kelompok bisa
bekerja efektif? kondisi yang diperlukan bagi kelompok untuk berfungsi secara
efektif disimpulkan dalam bagian berikut.
EFEKTIFITAS KELOMPOK
jika
suatu kelompok termotivasi untuk bekerja sama, para anggota akan bekerja
mencapai tujuan kelompok. mereka akan menunjukkan respon yang lebih positif
satu sama lain, akan lebih menguntungkan dalam persepsi mereka, lebih terlibat
dalam tugas, dan memiliki kepuasan yang lebih besar dengan tugas. Demikian
pula, kerjasama anggota kelompok cenderung bekerja di lintas tujuan. mereka
lebih efisien, produktif, dan lebih baik untuk bisa menarik kontribusi yang
berarti, sama baiknya dengan ide mereka sendiri.
Beberapa
dari karakteristik spesifik dari sebuah fungsi yang baik, efektif, kreatif
kelompok adalah:
1. suasana cenderung informal, nyaman, dan santai.
2. Ada banyak diskusi dimana setiap orang benar-benar
berpartisipasi, tapi tetap berhubungan dengan tugas kelompok.
3. tugas atau sasaran kelompok ini dipahami dengan baik
dan diterima oleh anggota. akan ada dijadikan diskusi bebas dari sasaran di
beberapa titik sampai dirumuskan sedemikian rupa bahwa anggota kelompok bisa
berkomitmen untuk itu.
4. Anggota mendengarkan satu sama lain! Setiap ide yang
diberikan didengarkan. orang tidak tampak takut menjadi bodoh dengan
menempatkan pemikiran kreatif bahkan jika tampaknya cukup ekstrim.
5. Ada ketidaksepakatan. ketidaksepakatan tidak ditekan
atau diganti oleh tindakan kelompok prematur. alasannya diperiksa dengan
hati-hati, dan kelompok berusaha untuk menyelesaikannya daripada yang ingkar mendominasi.
6. Kebanyakan keputusan dicapai oleh semacam permufakatan
yang bersih bahwa setiap orang umumnya setuju dan akan pergi bersama-sama. Pemungutan
suara formal berada minimal; kelompok tidak menerima mayoritas sederhana
sebagai dasar untuk bertindak.
7. kritik sering, jujur, dan relatif nyaman. ada
sedikit bukti yang ditunjukkan pribadi, baik secara terbuka maupun secara
tersembunyi.
8. Orang-orang bebas mengekspresikan perasaannya maupun
ide mereka antara pada masalah dan pada kelompok yang berjalan.
9. Ketika tindakan diambil, tugas jelas dibuat dan
diterima.
10. ketua kelompok tidak mendominasi, atau sebaliknya
kelompok tidak terlalu menunda kepadanya. pada kenyataannya, kepemimpinan berganti
dari waktu ke waktu tergantung pada keadaan. ada sedikit bukti dari perjuangan
untuk kekuatan kelompok beroperasi. masalah ini bukan siapa yang mengontrol
tapi bagaimana mendapatkan pekerjaan yang dilakukan.
11. Kelompok adalah kesadaran diri pada operasinya
sendiri.
PERTEMUAN KELOMPOK ATAU KONFERENSI
Seperti yang terlihat sekarang, personil manajemen
menghabiskan sejumlah besar waktu dalam kelompok kecil memecahkan masalah atau
berusaha untuk mencapai tujuan. Salah satu dari alat kepemimpinan spesifik
tersedia bagi manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan adalah konferensi
bisnis. Namun meskipun penting, konferensi bisnis menimbulkan tiga dilema:
kapan menggunakan konferensi, bagaimana memimpin satu, dan bagaimana menjadi
peserta yang baik konferensi.
KAPAN MENGGUNAKAN KONFERENSI
Keluhan umum terhadap pertemuan kelompok adalah bahwa
ada terlalu banyak pertemuan, mereka mengambil terlalu banyak waktu, mereka
buang waktu, dan mereka tidak mencapai banyak hasil. Meskipun sikap negative
selalu ada, pertemuan dalam penetapan organisasi penting untuk komunikasi
efektif. Mereka adalah alat komunikasi untuk mencapai hasil. Meskipun
conference mahal dalam hal upah dan gaji, mereka adalah teknik manajemen yang
berpotensi produktif. Mereka membangun kekompakan kelompok dengan mengikuti
sebuah kesempatan untuk berinteraksi.
Dibawah ini ada dua peraturan umum yang focus pada
pertemuan kelompok organisasi. Manager yang mengikuti pedoman ini akan mencapai
hasil positif dalam perusahaan bisnis.
Tidak Mengadakan Pertemuan Kecuali Benar-Benar
Diperlukan
Pertemuan adalah kadang-kadang diperlukan dan bisa
menjadi sangat produktif jika sebuah agenda disediakan; akan tetapi, itu
memakan waktu. Karena itu, anggota tidak akan bekerja pada lintasan waktu
dengan satu sama lain; tujuan konferensi harus ditentukan terlebih dahulu.
Sayangnya, beberapa manager memanggil bertemu pada hari senin karena “kita
selalu memiliki pertemuan pada hari senin”. ini hampir tidak alasan yang valid
untuk panggilan konferensi. Beberapa langkah-langkah yang mungkin membantu
manager adalah: mengirim anggota pada masalah sebelumnya dan meminta mereka
untuk memikirkannya. Mendistribusikan agenda sementara dan meminta
komentar-komentar atau tambahan-tambahan sebelum conference, atau pengarahan
anggota tentang pertemuan sebelumnya dan memintanya mengambil tindakan yang diperlukan.
Menggunakan Pertemuan Sebagai Alat Komunikasi
Antara manajemen dan karyawan harus memperlakukan
konferensi itu sebagai suatu teknik penting yang akan memungkinkan mereka untuk
menangani pekerjaan mereka lebih efektif. manajemen, khususnya, harus mengenali
perbedaan besar antara hanya penjadwalan sebuah pertemuan dan perencanaan untuk
pertemuan itu. diperkirakan bahwa 50 persen dari efektivitas pertemuan berasal
dari persiapan mental (pengaturan). manajemen juga harus menyadari bahwa ini
hanya salah satu dari beberapa alat komunikasi untuk berbagi informasi.
telepon, memorandum, atau percakapan tatap muka dapat berfungsi lebih baik.
sehingga manajemen tidak hanya perlu untuk memastikan pertemuan ini adalah
mutlak diperlukan, tetapi juga bahwa itu akan mencapai sesuatu.
Alas an untuk mengadakan sebuah konferensi tampaknya
ketika manajemen membutuhkan dua cara komunikasi, butuh lebih fakta-fakta atau
pendapat-pendapat ahli, butuh ide-ide baru kreatif, pendekatan dan solusi,
ingin membangun tim kerja yang lebih baik, atau memberikan instruksi. Ketika
kemungkinannya manajer akan memberikan paling tidak 48 jam perhatian pada
pertemuan- kapan dan dimana akan diselenggarakan, berapa lama akan dilalui, dan
mengapa itu diselenggarakan. Jumlah dari peringatan dini untuk konferensi
biasanya diatur dalam peraturan organisasi. Jika peraturan-peraturan dasar ini
diatur sebelum pertemuan diadakan, konferensi akan menghasilkan banyak hasil
yang lebih baik. pemimpin juga harus bersikeras pada kehadiran cepat dan tidak
ada interupsi luar selama pertemuan.
BAGAIMANA MEMIMPIN SEBUAH KONFERENSI
Banyak keberhasilan konferensi akan bergantung pada
seberapa baik pemimpin berlatih kualitas kepemimpinan yang sesunggguhnya. Ada
tiga peraturan yang penting untuk konferensi efektif:memilih dengan rapi
orang-orang yang akan menghadiri pertemuan, mengadopsi gaya kepemimpinan yang
tepat, dan memanfaatkan hasil-hasil pertemuan.
Memilih Dengan Rapi Orang-Orang Yang Akan Menghadiri
Pertemuan
Keberhasilan pertemuan membutuhkan waktu dan
perencanaan yang baik. Mereka juga membutuhkan kepercayaan dalam kemampuan
anggota untuk memecahkan masalah yang akan didiskusikan. Kebanyakan bisa
diselesaikan jika manajer memilih dengan rapi siapa-siapa yang akan menghadiri
pertemuan khusus dan menguraikan sepenuhnya apa yang mereka harapkan untuk
diselesaikan.
Tipe-tipe orang yang mungkin dianggap sebagai sumber
daya individu yang akan diundang ke sebuah konferensi dapat diklasifikasikan
beberapa cara: ide individu yang bisa menstimulasi pemikiran; perusahaan
informal ”penghubung” yang tampaknya mengetahui
segalanya yang akan berlangsung dalam organisasi; orang-orang yang
berkompromi yang bisa membantu melancarkan segala hal; ahli teknis, orang yang
harus memberikan nya "berkah" untuk proyek karena kekuasaan informal
mereka; orang yang memiliki semua fakta-fakta; seorang anggota kunci dari
organisasi yang dapat menjadi penghalang untuk proyek; atau perwakilan dari
kelompok-kelompok yang menarik seperti sebuah perserikatan seperti yang bisa
membantu menjual proyek kepada orang lain.
Mengadopsi Gaya Kepemimpinan Yang Tepat
Bergantung pada jenis konferensi yang dilakukan atau
kehadiran individu, manajer mungkin
perlu mengubah atau memodifikasi gaya kepemimpinan mereka untuk membuat
pertemuan sebagai sesuatu yang membuahkan. dengan demikian, karakteristik
pribadi, kewajiban, dan teknik memimpin harus hati-hati diteliti untuk
memastikan bahwa gaya kepemimpinan sesuai dengan tujuan pertemuan.
juga, karena mungkin akan ada beberapa tingkat
kehadiran individu (secara mendidik dan secara hirarki, manajer akan perlu
memastikan bahwa mereka mengidentifikasi masalah, memprovokasi interaksi
sehingga informasi dapat dibagi dan dikumpulkan, mengidentifikasi solusi yang
diusulkan, menguji alternatif jika waktu memungkinkan, dan menentukan tindakan
yang akan diambil. Interaksi komunikasi dua arah akan jadi aturan. juga, karena
tidak ada kelompok konferensi kemungkinan untuk memproses secara logika dan secara
sistematis (kecuali ada agenda dan diskusi pemimpin yang efektif), konferensi
pemimpin harus dapat menghandle and mendiagnosa semua saran-saran dibuat dan
menjaga peserta pada jalur yang benar.
Lima jenis utama pertemuan dan tipe kepemimpinan yang
diperlukan pada setiap pertemuan dijelaskan pada informasi di bawah:
1. Pertemuan untuk
pemberian informasi memerlukan seorang
tipe pemimpin otokratis karena kebutuhan untuk memberikan dan menjelaskan
arahan tanpa menerima umpan balik.
2. Pertemuan untuk
pengumpulan informasi dibutuhkan untuk
kepemimpinan bersama karena jumlah partisipasi yang diperlukan dan stimulasi
kelompok yang dihasilkan. adalah penting untuk mengumpulkan data sebanyak
mungkin.
3.
Pertemuan untuk pengambilan keputusan juga dibutuhkan untuk kepemimpinan bersama karena
masing-masing ide anggota adalah penting untuk pencapaian keputusan akhir.
beberapa tindak lanjut juga diperlukan.
4. Penjualan
keputusan membutuhkan suatu kombinasi dari
karakteristik kepemimpinan sebelumnya. di satu sisi pemimpin harus otokratis
sehubungan dengan keputusan; namun berbagi kepemimpinan dalam hal melaksanakan
keputusan.
5. Pertemuan untuk
pemecahan masalah diperlukan untuk
kepemimpinan bersama untuk menggunakan semua sumber daya yang tersedia.
Apapun tujuan dari pertemuan mungkin, gaya
kepemimpinan manajer harus sesuai
diataptasi.
Memanfaatkan Hasil-Hasil Pertemuan
Meskipun sebuah evaluasi informal dibuat oleh anggota
yang menghadiri konferensi, evaluasi harus berfungsi sebagai umpan balik untuk
meningkatkan pertemuan masa depan. Suatu evaluasi harus membantu tindak lanjut
dari hasil karena sebuah pertemuan yang tidak menghasilkan hasil yang gagal.
tindak lanjut harus direncanakan dengan sistematis untuk memanfaatkan hasil
pertemuan tersebut. setiap keputusan yang diambil tidak boleh jatuh hanya
karena sudah waktunya untuk menyimpulkan konferensi. akibatnya, notulen rapat
atau ringkasan poin signifikan harus disediakan kepada setiap peserta sesegera
mungkin setelah pertemuan itu.
jika manajer akan mengikuti lima pedoman sebelumnya-jangan
mengadakan pertemuan kecuali benar-benar diperlukan, gunakan pertemuan sebagai
suatu alat komunikasi, memilih sendiri orang-orang yang akan menghadiri
pertemuan tersebut, mengadopsi gaya kepemimpinan yang tepat, dan memanfaatkan
hasil dari pertemuan-mereka harus mampu melakukan konferensi efektif. ringkasan
saran untuk persiapan konferensi (melalui daftar panduan pertanyaan) disediakan
dalam pameran 15-3.
EXHIBIT 15-3
Sebuah daftar untuk mengadakan konferensi dan
pertemuan
1. Apakah tujuan pertemuan itu?
2. apa hasil yang diharapkan muncul dari pertemuan?
3. apa jenis konferensi terbaik yang akan mencapai tujuan
rapat?
4. Personil yang mana yang akan berpatisipasi?
5. Siapa yang akan bersedia jadi pemimpin?
6. Apakah waktu dan tempat terbaik untuk pertemuan?
Berapa lama akan dilalui?
7. Kapan dan bagaimana peserta akan dipersiapkan pada
tujuan pertemuan?
8. Apa kebiasaan dan detail fisik yang perlu diurus
sebelum pertemuan?
9. Bagaimana pelaksanaan dan hasil yang akan dicatat?
10. Siapa yang akan menyiapkan dan mendistribusikan
agenda?
11. Bagaiman konferensi akan dievaluasi?
12. Apa prosedur tindak lanjut yang akan digunakan untuk
menerima hasil pertemuan?
13. Siapa yang akan menyiapkan dan mendistribusikan ……..
BAGAIMANA MENJADI SEORANG PESERTA YANG BAIK
Karena
sejumlah besar karakteristik kepemimpinan bisa disusun, fungsi-fungsi dari
anggota lain kelompok sering diabaikan. Dan meskipun peran pemimpin adalah
sebagai pusat untuk memutuskan dan membuat pelaksanaan, peserta konferensi juga
punya tanggung jawab yang pasti. idealnya, pemimpin menganggap semakin banyak
peran partisipatif sebagai kelompok bekerja bersama dan jatuh tempo. karenanya,
para pemimpin yang juga peserta; mereka bersedia untuk membagi fungsi mereka.
beberapa cara anggota kelompok yang dapat membantu para pemimpin adalah:
pertama, setiap peserta dapat berkontribusi untuk mencapai keseimbangan tugas
dengan hubungan manusia dengan mengasumsikan peran tertentu dan membantu orang
lain bekerja di luar konflik peran. kedua,seorang peserta dapat memfasilitasi kedatangan
kelompok pada sebuah keputusan yang efektif dengan menyelesaikan agenda, meringkas,
melibatkan peserta lain, dan menengahi perselisihan di antara anggota lainnya.
Serangkaian
pertanyaan dimana anggota kelompok dapat mengukur apakah mereka adalah peserta
yang baik meliputi berikut ini:
1. Apakah saya mengusulkan ide-ide baru, kegiatan, dan
prosedur? Atau apakah saya hanya duduk dan mendengarkan?
2. Apakah saya mengajukan pertanyaan? Atau apakah saya
malu mengakui bahwa saya tidak mengerti?
3. Apakah saya membagi pengetahuan saya ketika ternyata
membantu untuk masalah yang ditangani? Atau apakah saya menyimpannya untuk diri
saya sendiri?
4. Apakah saya berbicara ketika saya sangat merasakan
tentang sesuatu? Atau apakah saya malu tentang memberikan sebuah pendapat?
5. apakah saya mencoba untuk mempertemukan ide-ide dan
kegiatan kita? atau apakah saya hanya berkonsentrasi pada rincian di bawah
diskusi langsung?
6. Apakah saya mengerti tujuan kelompok dan mencoba untuk
langsung mendiskusikan pada mereka? Atau apakah saya dapat keluar jalur dengan
mudah?
7. apakah saya pernah mempertanyakan kepraktisan atau "logika"
dari proyek, dan apakah saya mengevaluasi setelah itu? atau apakah saya selalu
menerima unquestionally hal yang kita lakukan?
8. Apakah saya membantu menyusun kursi, beberapa
penyegaran, dan bahkan membersihkan ketika rapat berakhir? Atau apakah saya
memilih untuk menunggu?
9. apakah saya mendorong sesama anggota kelompok saya
untuk melakukannya dengan baik? atau apakah saya acuh tak acuh terhadap usaha
dan pencapaian mereka?
10. apakah saya mendorong kelompok untuk turut mengambil
proyek-proyek yang layak? atau apakah saya senang dengan proyek biasa-biasa
saja?
11. Apakah saya seorang penengah dan seorang
pendamai? Atau apakah saya rela merasa
sakit untuk berkembang?
12. Apakah saya
bersedia untuk berkompromi (kecuali isu-isu dasar seperti kebenaran dan
keadilan yang dilibatkan)? atau apakah saya tetap fleksibel?
13. Apakah saya mendorong peserta yang lain untuk
berpartisipasi dan memberikan kepada setiap orang kesempatan untuk
berbicara jujur? Atau apakah saya duduk
sementara orang-orang jongkok dilantai, dan apakah saya kadang-kadang
mendominasi sendiri?
Sebelum
menyimpulkan diskusi kita tentang kelompok-kelompok kecil, kita harus melihat
pada satu jenis tertentu dari kelompok kecil yang telah berhasil digunakan oleh
banyak-manajer kelompok nominal.
PENGELOMPOKAN NOMINAL
Kelompok
nominal berbeda dari kelompok kecil tradisional atau konferensi bisnis. Yaitu,
pengelompokan nominal adalah sebuah teknik dimana ide-ide anggota kelompok
generasi dengan diam-diam mencatat pikiran mereka tentang pertanyaan spesifik
daripada dengan lisan berinteraksi dengan satu sama lain. prosedur khusus untuk
berpartisipasi dalam kelompok nominal adalah :
1. Semua kelompok diminta untuk menanggapi sebuah
pertanyaan dengan menuliskan pandangan mereka pada kartu 3” x 5”. harus tidak ada
sama sekali interaksi verbal antara anggota kelompok selama fase ini. meskipun
waktu yang telah ditentukan dapat bervariasi, dua puluh menit umumnya memuaskan.
2. pada akhir fase pencatatan ini, masing-masing kelompok
diminta untuk memilih salah satu anggota untuk melayani sebagai perekam.
3. Penggunaan lembaran kertas besar (kertas koran yang
baik) dan spidol, setiap perekam meminta anggota kelompok untuk membacakan satu
solusi dari daftar nya. apakah ada orang lain yang memiliki solusi yang sama, sebuah tanda
centang ditempatkan oleh item. proses berlanjut, satu item pada suatu waktu,
secara round-robin sampai semua solusi yang dicatat pada kertas. Proses ini
disusun untuk mencegah diskusi setiap item sampai semua item dicatat.
4. setelah daftar selesai, diskusi diperbolehkan untuk
mensintesis, mengklarifikasi atau menambahkan item.
5. selanjutnya, anggota kelompok diberikan lagi kartu 3”
x 5” dan diminta untuk memilih lima solusi yang menurut mereka paling penting
dan harus mendapat prioritas tertinggi untuk pemecahan.
6. setelah suara yang dihitung setiap kelompok melaporkan
lima item pada setiap daftar ke grup secara keseluruhan. Data ini kemudian
diklasifikasikan, dan hasilnya disampaikan kepada manajemen paling atas
sehingga organisasi dapat melanjutkan untuk mengembangkan strategi dan rencana
aksi yang akan membangun kekuatan dan mengatasi masalah daerah.
Ada beberapa
bukti bahwa kelompok nominal lebih efektif untuk mengidentifikasi dimensi utama
masalah dari suatu masalah ( berinteraksi ) kelompok kecil tradisional . Tiga
faktor utama mendukung ide ini : pertama interaksi kelompok menghambat
efektivitas anggotanya dalam menghasilkan dimensi dari masalah yang sedang
didiskusikan . prosedur nominal tidak mengizinkan interaksi verbal, dan
kecenderungan untuk individu yang kuat untuk mengontrol grup diminimalkan .
kedua, kelompok berinteraksi kadang-kadang cenderung untuk mengevaluasi dan
menguraikan beberapa dimensi masalah awal , dan sebagai hasilnya beberapa
dimensi penting dari bidang masalah tidak pernah dibawa untuk diperhatikan
kelompok . prosedur nominal menghindari seperti komentar-komentar karena tidak ada interaksi verbal
diperbolehkan . ketiga,interaksi kelompok cenderung fokus pada satu kereta
khusus pemikiran tertentu dan tidak berusaha untuk mengidentifikasi semua
dimensi masalah . metode nominal memaksa setiap individu untuk mengidentifikasi
karena banyak dimensi masalah yang mungkin, dan dia (laki-laki) atau
dia(perempuan) tidak mengizinkan kemewahan dari reaksi sederhana terhadap
dimensi yang dihasilkan oleh orang lain
dalam kelompok. Karena tiga factor ini, akan menampakkan bahwa kelompok nominal
bisa meminimalkan banyak masalah dari interaksi kelompok dan bisa focus
memperhatikan masalah-masalah utama untuk didiskusikan.
PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI
1. memberikan definisi "kelompok kecil" yang
Anda rasa akan mencakup diskusi kelompok dalam bab ini.
2. membahas keterkaitan kegiatan, interaksi, dan kepekaan:
susunan kelompok dan tugas kegiatan.
3. bagaimana kesesuaian karakteristik disfungsional dari
sebagian besar kelompok? menunjukkan bagaimana hal itu dapat dihindari.
4. mendefinisikan berpikir kelompok, dan memberikan
gambaran efek disfungsional pada kelompok di mana Anda adalah anggota.
5. Membaca kembali karakteristik khusus dari sebuah
fungsi yang baik, efektif, kelompok kreatif dan memberikan suatu contoh
bagaimana anda bisa melihat masing-masing poin yang dilanggar.
6. Kapan waktu terbaik untuk menggunakan konferensi?
Bagaimana cara terbaik untuk memimpin yang lain? Bagaimana anda bisa menjadi
seorang peserta konferensi yang baik?
7. Menggambarkan kelompok nominal dan menunjukkan
bagaimana bisa lebih efektif dari suatu interaksi kelompok.
KASUS
membaca kembali bab ini ilustrasi kasus tentang
perusahaan obat (pg.252). menunjukkan di mana diskusi sesat, apa upaya yang dilakukan
untuk mendapatkannya kembali pada jalur yang benar, dan bagaimana berpikir
kelompok menang. apa yang bisa dilakukan untuk menghindari hasil terakhirnya?
menjadi spesifik, dan menunjukkan pada setiap titik percakapan di mana suatu
koreksi bisa saja diterapkan.

Anda sedang membaca artikel berjudul

0 komentar:
Posting Komentar