Teori Motivasi dan Komunikasi : Disusun Oleh Andi Tenri Waru. Sekitar
tiga dekade lalu, banyak manager yang percaya bahwa pekerjaan di perusahaan
mereka tidak ada perhatian pada pegawainya. “direksi ilmiah” membawa pada ide
untuk sistem dan metode. Demikian juga, informasi yang sangat mempunyai
motivasi pada pegawai atau rangsangan menarik bagi pekerjaan mereka yang tidak
bersama. Sampai saat ini, direksi ilmiah tergeser terus menerus pada rencana
dan inovasi ide, psikolog industri, ahli menejemen, dan persembahan lainnya
untuk dunia perusahaan yang mempunyai kontribusi pada teori ini. Bentuk teori
dasar ini untuk menganalisa gaya manejemen
dan pengaruhnya pada komunikasi dan motivasi. Pada bagian ini, kita akan
berpusat dengan pengaruh teori motivasi pada komunikasi.
Motivasi
(seperti organisasi dan komunikasi) adalah pokok kalimat dari macam-macam
definisi. Itu juga bisa berarti giat bekerja, tepat, pemeliharaan, kelakuan
baik. Itu bisa memberikan label proses memerintah yang membuat pilihan oleh
perseorangan atau bagian terbawah diantara pengganti bentuk dari aktivitas suka
rela. Dari dua definisi ini kita dapat mengetahui bahwa motivasi ini bukan
hanya persoalan tingkatan tenaga bekerja; itu juga persoalan dari arah atau
saluran. Untuk yang kita gunakan, motivasi adalah pengaruh apa saja yang
disebabkan kelakuan. Pengaruh ini bisa jadi terletak di luar (keadaan luar,
kekuatan, kekuasaan, penghargaan) atau terletak di dalam (keadaan di dalam, perjalanan).
Bagaimapun, untuk mengetahui dan membentuk tingkah laku, kita harus
memperhatikan empat dasar utama dari motivasi.
KONSEP
DASAR MOTIVASI
Ada
empat konsep motivasi yang digunakan untuk pengelolaan kerja antara lain:
persepsi, konsep diri, keharusan, dan lingkungan. Kita akan mendiskusikan dan
…. Lingkungan.
PENGELOLAAN
DAN KEHARUSAN/KEBUTUHAN
Salah
satu dari keadaan yang biasanya terlihat dari motivasi adalah bahwa suatu
proses pemenuhan yang dibutuhkan oleh orang-orang terhadap tujuan dasar dari
memikirkan wujud guna terbaik. Jika salah satu kegunaan tidak memuaskan atau
jika kepuasan yang dibutuhkan itu terancam, ada masalah yang membutuhkan
pencarian solusi. Demikian juga pada hal termudah. Motivasi yang terlihat
sebagai proses berputar. Sebagai contoh: hal yang tidak memuaskan membutuhkan
membuat masalah, seseorang membutuhkan untuk mencari solusi masalah, dan
membutuhkan pemuasan; dalam lingkaran itu lengkap.
Ada
tiga tahap yang membutuhkan proses pemuasan yang pada dasarnya, tidak
dipelajari pada pengelolaan yang dikenal oleh semua orang saat ini:
1. Manusia
sebenarnya mahluk penuh aktifitas terhadap kebutuhan fisik dan …. Mereka
menjauhi, sewaktu-waktu, situasi yang mungkin saja menyebabkan pencabutan fisik.
2. Manusia
berkelakuan normal biasanya pasti akan mencapai kesuksesan mereka, kekuasaan
dan penghargaan. Mereka mencoba menghindari tindakan yang mungkin menghalangi,
membuat frustasi atau mengecewakan mereka.
3. Manusia
yang menjaga perilakunya biasanya yang akan membantu mencapai pengakuan mereka,
kebanggan, kehormatan, dan persetujuan. Mereka menghindari tindakan yang
mungkin akan menghasilkan penolakan, terlihat akan ketinggalan, ata u sekedar toleransi.
4. Manusia
yang bertindak umum biasanya pasti akan mencapai apa yang mereka cintai, dan realisasi
dari apa yang mereka inginkan. Mereka akan cenderung menghindari kelakuan yang
menjaga mereka dari “kesertaan” dan menghendaki aktivitas yang pada hakekatnya
tidak memuaskan jika peserta akan memperkuat hubungan tim. Mereka lebih
menyukai kebersamaan dengan lainyya dibandingkan sendiri, dan lebih menyukai
bersama orang-orang yang dekat dibandingkan orang asing.
5. Manusia
yang bertindak biasa akan menghasilkan kedamaian fikiran, penjagaan, dan
perasaan bebas dari masalah dan kegelisahan. Mereka akan menghindari keterlibatan
dalam situasi yang menimbulkan perkelahian, kegelisahan atau ketidakamanan.
6. Manusia
yang menunjukkan perilaku mereka yang mereka mencari petualangan, pengalaman
baru dan hidup penuh semangat. Mereka akan menghindari kebosanan dan hal-hal
yang membosankan.
“Pengelolaan”
ini prihatin dengan kebutuhan kepuasan dan mengusulkan dua kepuasan yang
dibutuhkan – yang utama dan tambahan. Keutamaan yang dibutuhkan adalah … dan
yang meliputi udara, air, makanan, seks, menyusukan anak, buang air kecil dan …
kebutuhan tambahan seperti pemenuhan jiwa dan yang meliputi penghinaan,
penghargaan, penyerangan, penetralan, … dan kekuasaan.
Sifat
Dasar Yang Dibutuhkan Manusia
Salah
satu dari kerangka untuk pembelajaran kebutuhan manusia bahwa semua yang
dibutuhkan bisa jadi termasuk dalam hirarki (lihat Exhibit 19-1): fisiologis,
keamanan dan penjagaan, cinta, penghargaan dan pewujudan diri. Jika sebagian
kebutuhan menjadi salah satu kategori adalah frustasi yang merupakan kebutuhan
tingkat bawah yang salah satunya akan diaktifkan. Salah satu kesempatan untuk
kepuasan itu terhambat, karyawan akan dengan segera bekerja giat terhadap
tempat lainnya diluar. Persiapan ini membutuhkan keterbukaan kemungkinan dari
pertautan banyak mendekatnya pada motivasi sejak salah satu kebutuhan adalah
hubungan terdahulu dan berturut-turut satu dan diselenggarakan pada sebuah
hirarki kekuatan atau kepentingan (keadaan mendesak pengelolaan).
EXHIBIT 19-1
MASLOW’S HIERARCHY OF NEEDS
Teori ini mencoba memberikan penjelasan terlihat
kontradiksi antara menejemen berfikir apa yag diinginkan para pegawai mereka
dan apa yang sangat diinginkan pegawai tersebut (contohnya uang, melawan kesempatan
kerja atau kesempatan untuk maju)
Kebutuhan paling sederhana adalah kebutuhan sosiologi,perlindungan,
kepuasan sexsual dan lain dan dikelompokan sebagai primer : oleh karenah itu
diberikan perioritas pertama oleh individu.sepanjang masyarakat memaksa, mereka
tidak dapat termotifasi oleh apapun.tp
makanan
Sekali mereka mendapatkan makanan atau sekali kebutuhan
psikologi mereka terpuasi”daya” dikurangi dan muncul kebutuhan tinggi yang mulai
mendominasi sikap.kemudian mulai perihatin dengan makanan,mereka khawatir
dengan keselamatan dengan keamanan. – kebutuhan perlindungan berlawanan dengan
bahaya atau ancaman dari orang lain dilingkungannya. Kemudian mereka
menginginkan cinta, sebuah kebutuhan sosial untuk kasih sayang dan merasa ikut serta., satu
kebutuhan yang dipuaskan itu tidak lebih lama dari kebutuhan motivasi. Alhasil
orang orang hanya termotifasi kebutuhan
yang tidak terpuaskan bukan karenah
sudah puas.
Teori individu ini meningkatkan atau menurunkan hirarki
dari langkah langkah (EXHIBIT 19-1).mereka bisa pindah keatas jika kehadiran
mereka dibutuhkan atau mereka bisa pindah kebelakang, pimpina yang menurunkan
jika kehadiran mereka dirasa mengancam atau berarti kepuasannya hilang.
Faktanya pokok dari teori ini adalah pemberian efolusioner, kualitas dinamis
dari kebutuhan manusian yang alami.sejak orang orang senangtiasa menginginkan
sesuatu.
Maslow menyatakan
bahwa rata-rata
orang dapat
menjadi
85 persen
puas dengan
kebutuhan fisiologis mereka,
70
persen pada
kebutuhan keselamatan dan keamanan
mereka,
50
persen
kebutuhan
cinta mereka,
40
persen
kebutuhan penghargaan
mereka,
dan 10
persen
membutuhkan
aktualisasi diri
mereka.
(teori
Maslow
jauh dari
mapan
dan persentase
disarankan pemenuhan
pada setiap tingkat
yang
belum teruji). berdasarkan
jatah
ini,
orang-orang
terus-menerus
bergerak menuju
langkah
puncak hirarki,
mereka berusaha
untuk mencapai
apa yang menjadi potensi.
yang
memiliki. Namun,
benar
pemenuhan diri
jarang
dicapai,
dengan demikian,
tidak dapat menjadi
motivator
perilaku
sampai empat
kebutuhan
sebelumnya
cukup
puas.
Postulat ini pola kebutuhan mereka membantu menjelaskan manajemen
kesalahan tertentu sering dibuat dengan karyawan mengenai metode motivation.
juga berfungsi sebagai dasar untuk beberapa philosopi atau manajemen lainnya. Teori ini tidak hanya
menawarkan kerangka rasional untuk mempelajari hubungan manusia dalam
organisasi tetapi memiliki implikasi komunikatif tertentu untuk diri sendiri.
Firs manajemen, karena kebutuhan puas bukanlah motivator perilaku, manajer
harus tahu pada tingkat apa masing-masing individu bekerja atau berusaha untuk aktif.
mereka harus berkomunikasi kepada karyawan pada tingkat kebutuhan yang sesuai.
Akhirnya, manajer harus membantu karyawan mencapai mereka mencoba untuk
memuaskan, hal ini dapat dibantu oleh sistem komunikasi yang terbuka.
Tiga langkah manajerial harus menghindari diri "kami memberikan
karyawan kami dengan segala sesuatu yang baik-membayar, menyenangkan kondisi-kondisi
bekerja, kenyamanan fisik pada semua pekerjaan- dan masih mereka tidak
puas." alasan mereka tidak puas adalah bahwa manajemen berkomunikasi upaya
mereka untuk memotivasi pada tingkat yang tidak pantas. frustrasi atau
ketidakpuasan akan berlanjut sampai manajemen membuat upaya untuk menentukan
tingkat kebutuhan karyawan dan gigi upaya komunikasi mereka pada kebutuhan itu.
Teory Tingkat Kebutuhan
Meskipun banyak perhatian telah diberikan kepada hierarki kebutuhan
Maslow, beberapa orang telah menguji studi arangement.satu studi, bagaimanapun,
telah menunjukkan bahwa hal itu tidak diperlukan untuk cinta dan rasa harus memiliki,
dipenuhi sebelum kebutuhan tingkat yang lebih tinggi menjadi penting
"cinta , harga diri, dan aktualisasi diri dapat menjadi penting secara
bersamaan pada kepuasan kebutuhan tingkat yang lebih rendah. teori ini
menunjukkan bahwa hanya ada dua kembutuhkan tingkat yang lebih rendah dan lebih
tinggi.
Teory Tingkat Kebutuhan
Hirarki Maslow juga telah diringkas menjadi tiga tingkat ERG
teori-eksistensi, keterkaitan, dan pertumbuhan, kebutuhan eksistensi meliputi
fisiologis, keselamatan, dan kebutuhan keamanan. kebutuhan keterkaitan antara
cinta dan harga diri. perlu menyertakan aktualisasi diri kebutuhan-keinginan
untuk menjadi percaya diri, kreatif, dan productive. teori mengasumsikan bahwa
semua......
Kebutuhan Yang Di Peroleh Secara Sosial
Salah satu peneliti telah menunjukkan bahwa banyak yang tidak fisiologis
dan agak menyeluruh, beberapa diperoleh secara sosial dan karena itu bervariasi
dari satu budaya ke yang lain "Namun, ada tiga jenis diperoleh prestasi
kebutuhan, afiliasi, dan kekuasaan.
Kebutuhan
untuk berprestasi mencerminkan keinginan untuk menetapkan tujuan tugas modern, berbicara
tanggung jawab dan menerima umpan balik
kinerja. kebutuhan afiliasi mencerminkan keinginan untuk
berinteraksi dengan orang lain. sebuah
pertujukan
untuk kualitas
hubungan antar pribadi, dan
keinginan untuk diterima oleh yang
lain. kebutuhan daya mencerminkan
keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain kepedulian terhadap kualitas bawahan dan antarpribadi
keinginan untuk diterima oleh orang lain. perlunya daya mencerminkan keinginan mempengaruhi lainnya. menjalankan
kontrol atas orang lain, menjaga
hubungan atasan-bawahan. kebanyakan
orang memiliki beberapa sebagai kebutuhan tersebut. jarang di
beberapa kekuatan. semua dapat ditemukan pada orang dengan derajat memvariasikan
kekuatan, tergantung pada bagaimana
kebutuhan ini terstruktur. motivasi akan mengambil
bentuk yang berbeda
Salah
satu hasil penelitian
ini ke dalam motif
berprestasi menunjukkan bahwa manajer
yang baik dimotivasi oleh kebutuhan
untuk membesarkan pribadi atau
oleh kebutuhan untuk bersama dengan
bawahan. melainkan, mereka termotivasi oleh kebutuhan untuk mempengaruhi perilaku lain demi kebaikan seluruh organisasi
Motif Kompetensi
Peneliti lain berpendapat bagi keberadaan motif kompetensi "Motif
ini tidak didasarkan pada pendorong utama tampaknya bawaan. Teori kompetensi
menunjukkan bahwa motivasi kompetensi terangsang ketika orang dihadapkan dengan
situasi yang agak baru, dan itu berkurang ketika situasi telah berubah
dieksplorasi dan menguasai ke titik di mana ia tidak lagi menyajikan sebuah
tantangan. pada kenyataannya, prestasi mungkin merupakan hasil dari kompetensi.
namun, sekali tugas telah dikuasai, motivasi kompetensi menghilang.
Teori Harapan
Satu
teori akhir harus dieksplorasi
sebelum kita dapat melihat beberapa pada program kerja
motivasi. postulat motivasi ini disebut "teori
expec-tancy" dan didasarkan pada empat premises dasar :
1.
orang memiliki
preferensi (atau valensi)
untuk berbagai hasil atau bayaran yang berpotensi
tersedia bagi mereka
2.
orang
memiliki harapan tentang kemungkinan bahwa suatu tindakan atau halangan di bagian mereka
akan mengarah pada kinerja yang diharapkan
3.
orang memahami instansi bahwa
perilaku tertentu akan diikuti oleh hasil yang diinginkan atau imbalan
4.
Tindakan bahwa pada saat itu orang memilih untuk mengambil (motivasi)
ditentukan oleh harapan dan valensi orang yang memiliki
PENGARUH LINGKUNGAN
Prinsip
dasar kedua dari motivasi yang akan kita diskusikan berdasarkan gagasan
dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita bekerja. Jika kita mengubah lingkungan
kita terpengaruh terhadap perubahan sikap. Ini bisa jadi prinsip sangat penting
untuk pengelola genggam karena bentuk dasar strategi motivasional.
Unsur
spesitik lingkungan yang mempengaruhi tingkah laku bisa dikategorikan menjadi 4
unit :
1.
Tugas
- Tanggung jawab & kegiatan spesifik
2.
Pemimpin
– pengawasan dengan segera
3.
Pekerja
ahli – hubungan antara satu orang dengan yang lainnya atasan dan kolege
4.
Suasana
Organisasi :
a.
Norma
–norma organisasi tradisional – jelas dan lengkap
b.
Komunikasi
– alam dan sekitarnya
c.
Tujuan,kebijakan,dan
prosedur administrasi – formal,menyatukan tujuan
d.
Kondisifisik
– cahaya,tempat,suara,jarak,warna,satuan dll
e.
Filsafat
manajemen, gaya dan struktur – anggapan filsafat mengapa pengelola bertingkah laku seperti itu
f.
Sistem
kontrol dan upah – usaha untuk mengawasi
atau meningkatkan tingkah laku
Jika beberapa elemen perubahan lingkungan organisasi,
dampaknya pada seorang individu tingkahlaku bisa jadi hebaat. Agaknya tidak
mungkin untuk diprediksi secara pasti cara seseorang akan menjawab pengaruh
baru. Karenah perubaha setiap dalam organisasi perubahan komunikasi atau sudut
pandang manajemen berkomunikasi adalah sebuah kebutuhan umum. Struktur dan gaya
berpengaruh satu sama lain,perubahan ini melempar keseimbangan : komunikasi
bisa membantu memperbaiki keseimbangan. Kemudian untuk motivasi menjadi
efektif, komunikasi tentang lingkungan harus ada. Orang orang harus merasa
nyaman dilukngkungan mereka dan bagian kenyamanan adalah dasar kebutuhan mereka
untuk mengetahui bagaimana mereka merasa cocok dengan strukturnya.
MOTIVASI, KINERJA DAN KEPUASAN KERJA
Dijelaskan
mulai sekarang bahwa urutan posisi teoritis kedepan setelah kebutuhan
penelitian dan penghormatan, perjalanan dan motivasi. Bagian ini kita sebaiknya
memunculkan dua pertanyaan 1. Apakah motifasi memimpin kinerja yang tinggi ? 2.
Apakah motifasi pekerja meningkatkan meningkatkan produktif pekerja ? nomor
penelitian menyebabkan kepuasaan memperbesar peningkatan kinerja dan
produktifitas. Dibagian ini kita akan melihat tiga model yang menyinggung
motivasi untuk kepuasan da kinerja.
TEORI KESEHATAN MOTIVASI
Sikap
Kerja Teori Kesehatan motifasi dimulai dengan sebuah wawancara khusus lebih
dari 200 pekerja teknik dan akuntan yang mewakili industri Pittsburgh untuk
menemukan apa yang mebuat orang senag dan puas dengan pekerjaan mereka atau
tidak bahagia dan tidak puas. Hasilnya mejnjadikan konsep yang sangat
kontrafersial dalam gerak gerik hubungan manusia.
Hipotesa
negara bahwa faktor bawaan dalam produksi kepuasan kerja adalah terpisah dan
jelas untuk ketidak puasan kerja. Ada dua perasaan yang tidak bertentangan satu
sama lain :Pengamatan kepuasan kerja bukanlah keidakpuasan tetapi tidak puas
bekerja. Walaupun konsep ini terlihat aneh dari sudut semantik, itu lebih baik
dari hanya bermain kata kata.
Ada dua
faktor yang mempengaruhi seseorang bekerja : 1. Saat pekerja melaporkan ketidak
bahagiaan atau ketidak puasan dengan pekerjaan mereka menyikapi lingkungan
pekerjaan mereka atau keadaan pekerjaan. Faktor keadaan pekerja ini adalah
kesehatan. Faktor kesehatan adalah negatif dan bisa tidak mencukupi atau tidaka
memotifasi. Konsep kesehatan termasuk seperti gaji, kehidupan pribadi, kondisi
bekerja, keamanan kerja, keadaan atau status, politik perusahaan dan
administrasi, pengawasan, dan hubungan dengan atasan, kawan sebaya, dan
bawahan. kadang faktor yang pekerja rasakan adalah keadaan yang bisa diterima,
ketidak puasan kerja adalah hasil : perlengkapan adalah kebutuhan.
Walaupun
faktor kesehatan bukan motifasi dari kebiasaan, ketidak hadiran mereka
disebabkan penurunan produksi. Mungkin ketidak puasan jangkauan sisi dimana
kinerja adalah dilarang karnah pegawai bersifat negatif.dan meskipun sebuaah
korelasi dari beberaapa faktor ini mungkin meningkatkan
produktivitas,”kepuasan” ini hana untuk periode yang singkat proses yang sama
akan dibutuhkan untuk dilakukan berulang-ulang dalam 6 bulan atau setahun atau dalam jagka
waktu yang ditentukan.
Kedua,
ketika para pekerja melaporkan mengenai kebahagiaan atau kepuasan menyangkut
pekerjaan mereka, mereka menghubungakan ini kepekerjaan itu sendiri atau isi
pekerjaan. Faktor faktor mengenai isi pekerjaan adalah motivator. Motivator
motivator adalah baik dan mempunyai
kekuatan untuk memuaskan seorang karyawan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mereka termasuk beberapa hal seperti penghargaan, kemajuan, tanggungjawab,
kemungkinaan perkembangan,pencapaian, dan pekerjaan itu sendiri. Setiap faktor
faktor ini muncul mereka akan memberikan motifasi yang tinggi untuk pekerjaan
tersebut. Ketiadaan motifator seharusnya tidak perlu dikwatirkan, karenah ketidakpuasaan
terhadap pekerjaan itu normal, bahkan level rata rata dari produktivitas. Akan
tetapi secara tidak umum , level dari motivasi akan manghasilkan level yang
tidak terduga atau produktivitas yang tidak bisa, maka motivator harus
dihadirkan.
Dua perbedaan
ini-motivatasi dan pribadi-sangat penting karenah hanyamotivator yang menuntun orang kepenampilan yang terbaik
. faktor pribadi penting tetapi sekali mereka telah dipuaskan, mereka tidak
akan menonton menuju hasil yang positif.
Sebagai
hal yang mungkin dapat dipersalahkan ada
2 faktor tentang teori motivasi ini telah menerima banyak kritik .kritik
dominan mungkin karena teori ini adalah sebuah penyederhanaan yang berlebihan
mengenai, PERTAMA hubinga antara motivasi dan kepuasan dan ke DUA sumber sumber mengenai kepuasan dan ketidak puasan bekerja.
Akan tetapi beberapa ahli manajemen melihat hal ini sebagai kontribusi penting
dalam menghubungkan tugas tugas yang disingkirkan dan desain pekerjaan untuk
motivasi sebagai percobaan untuk menyediakan limpahan pekerjaan.Secara
keseluruhan ,kita mungkinmengatakan bahwa
teori ii seperti yang lainnya. Adalah alasan pemaaf dari pelakunnya dan
akan mengutuhkan serta menemukan cara efektif
haya untuk memperluas bahwa hal ini mancakup sebagai cara kerja pemanfaatan
motivasi yang membangun.
HUBUNGAN TAMPILAN KEPUASAN
Terdapat
beberapa posisi yang teoritis sehubunga dengan hubungan antara kepuasan
penampilan, ganjaran. Model motivasi selanjutnya yang harus diperimbnagkan
adalah dalila-dalail bahwa penampilan menyebabkan kepuasan, model ini
mengandung beberapa variasi, termasuk usaha, penampilan, ganjaran,dan kepuasan
(lihat exhibit 19-2).
Model
ini mungkin teori paling komplit mengenai hubungan antara kepuasan dan tampila
seperti yang tergambar di exibit 19-2, jika orang tertarik dengan hasil dari
hadiah mereka memimpikan penampilan yang lebih baik, dan jika mereka merasa
bahawa kemungkinan peningkatan usaha akan menuntun menuju hadia,mereka akan
meningkatkan usahanya.jika mereka mempunyai kemampuan dan persis yag akurat
.penampilan mereka akan meningkat .jika interistik dan ekstristik (hadianya)
yang diterima dirasa pantas, kepuasan telah dihasilkan jadi penampilan menuju
kepuasan.
Ini
mungkin akan menolong untuk melihat hubungan atara penampilan dan kepuasan
dalam syarat syarat dari suatu alur. Maka dari itu Kepuasan adalah akhir dari
satu alur dan awal bagi yang lain. Seyogyanya setiap orang mempunyai waktu yang
berbeda untuk mengakhiri siklus mereka dan memulai yang selanjutnya.
MODIFIKASI TINGKAH LAKU
Pendekatan
lainnya untuk motivasi harus diperhatikan, karena tiada pendekatan dalam
psikologi yang mungkin bisa berhasil atau berpengaruh seperti yang satu ini
modifikasi tingkahlaku.dikenal sebagai sifat “SKINNERIA”dasarnya adalah
menyarankan bahwa demi merubah perilaku seseorang harus mengontrol aspek aspek
yag tepat dari lingkungan semenjak lingkungan adalah hal yang kuat dalam
penentuan perilaku, jika kau mengotrol lingkungan, kau mengotrol sifatmu.
Dasar
dibelakang modifikasi tingkah laku (konsepnya) adalah kondisi peran poin utama
dibalik psikologi adalah apa yang sering dilakukan orang mempunyai konsekuensi
yang merubah tingkah laku mereka, konsekuensinya muncul dilingkungan, dan
lingkungan menjalangkan suatu kemungkinan.hasil hadianya hanya didapat setelah
hal-hal yang perlu dilakukan. Maka dari itu terdapat 4 kondisi yang dibutuhkan
untuk mempelajari..... :
1.
Pelajar
harus mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu,untuk beranidalam beberapa
hal.
2.
Dia
harus mempunyai potensi untuk memproduksi respon yang tepat
3.
Ketika
dia memberi respon yang baik , dia harus memperoleh hadiah atau semangat
4.
Jika
dia tidak memberi respon yang baik, dia harus dimotivasi untuk merespon hingga
jawaban yang benar diberikan.
Setiap kali respon yang benar diberikan dan diikuti dengan
pemberian semangat belajar membutuhkan tempat. Pada acara/kegiatan yang berturt
turut,respon yang benar seharusnya terjadi secepatnya dan jumlah jawaban yang
salah harus diminimalisir hingga respon yang benar akan penahan mengikuti jalannya.
Dari sudut motivasional, manajer berusaha membuat
ide dipikiran pekerja didasarkan dari
sifat.pekerja terbantu untuk menyimpulkan bahwa suatu aksi yang pasti akan
menghasilkan perubahan sifat yang akan memuaskan atau menguntungkan dirinya.
Disis lain aksi aksi yang pasti akan menghasilkan ketidakpuasan atau hukuman,
dalam usaha untuk dihargai dan tidak
dihukum. Para pekerja mendengar manajer dan berusaha bekerja sesuai aturan yang
akan menghasilkan hasil yang baik. Meskipun prosesnya sering dileabeli Manipulasi”
oleh pengkritiknya, modifikasi sifat adalah sebuah pokok pembelajaran
Komunikasi mungkin bisa diberi lebel perilaku karenah
memiliki tujuan pemenuhan beberapa keinginan atau perubahan situasi. Dengan
komunikasi majerial dan perhatian yang diberikan kepada karyawan akan mempengaruhi aliran masa
depan kedua jenis informasi. Dengan
demikian secara langsung mempengaruhi tingkat motivasi dari individu yang
terlibat.
PROGRAM MOTIVASI
Saat ini
kita memilki latar belakang teoritis yang kuat mengenai motivasi. Mungkin kita harus bertanya
Mengapa sistem motivasi suara dilakukan” ? ada beberapa jawaban untuk
pertanyaan ini. Program motivasi antara lain :
1.
Memenuhi
kebutuhan, kapasitas bekerja, meningkatkan citra perusahaan tergantung pada
pemilihan yang tepat dan orientasi personil
2.
Produktif,
kompetitif,komprehensif,dan fleksibel
3.
Memberikan
kesempatan insentif keuangan,pertumbuhan perawakan dan tanggung jawab pada
aturan emas yang telah dibuat.
Beberapa program motivasi khusus untuk memenuhi kriteria diatas mencakup motivasi, pemberian
insentif keuangan,motifasi interaksi efektif, motifasi melalui sistem kerja
yang inovatif, manajemen berdasarkan sasaran,dan penilaian kinerja.masing
masing jelas memiliki hubungan menjadi pengembangan beberapa panduan tindakan
yang memotivasi orang lain dan diri sendiri.
KONDISI INTERISTIK UNTUK MOTIVASI
Beberapa
temuan penelitian motivasi menunjukan kepada kita bahwa motivasi tertinggi
ketika orang menyadari potensi mereka. ketika mereka dapat bekerja menuju
tujuan yang bermakna ,dan ketika sistem manajeman tepat keluar, kondisi ini
menunjukan intrik (internal) diri memotivasi pendekatan.
Kopetensi Antar Pribadi
Kita ketahui
sebelumnya bahwa salah satu kebutuhan dasar manusia adalah aktualisasi diri-
kebutuhan untuk menjadi semua yang satu bisa berdasarkan kebutuhan. jika
seseorang menemukan pemenuhan diri pada pekerjaannya, kepuasan dan produksi sangat tepat
untuk menjadi pencapaian kebutuhan,
bagaimanapu didasarkan pada kompetensi seseorang, yang pada gilirannya
didasarkan pada kemampuan seseorang, pengetahuan, dan pengalaman.
ada dua kompetensi-strategis dasar dan tektis
"kompetensi strategis mengacu pada kemampuan individu untuk memahami hubungan
antara diri dan lingkungan, antara diri dan orang lain yang dia ingin
memotivasi atau dimotivasi. kompetensi
mengacu pada kemampuan seseorang untuk melaksanakan program motivasi memahami hubungan jelas diri dan jelas, strategi dan taktik merupakan
konstruksi komunikasi yang paling mendasar.
Untuk
mengembangkan konsep dari kompetensi ini, terdapat 4 level kompetensi yang
perlu kita perhatikan denga seksama :
1. Ketidak sadaran inkompetensi,keterbatasan untuk
menyadari kesalahan
2. Kesadaran inkompetensi, menyadari keterbatasan yag
dimiliki
3. Ketidaksabaran kompetensi, kemampuan untuk
mengatasi situasi apapun tapi memiliki keterbatasan untuk menjelaskan
4. Kesadaran kompetensi, kemampuan untuk mengatasi
berbagai situasi dan mampu menjelaskan bagaimana dan mengapa sesuatu bisa
berhasil atau gagal
Pada umunya, kita lebih suka melakukan sesuatu
berdasarkan level ke – 4, akan tetapi pada saat tertentu kita dapat saja
bekerja berdasarkan keempat level yang ada. Mengetahui ke empat level ini
penting bagi para manajer guna memberikan penilaian kepada orang lain pertama,
pada level mana ia sendiri bekerja dan kedua,dilevel mana para pegawainya
bekerja. Selanjutnya komunikasi dan motivasi dapat diaplikasikan untuk
mengarahkan diri sendiri dan orang lain mengarah pada level ke – 4.
Tujuan Yang Penuh Arti
Disamping
kompetensi internasional para pekerja juga dapat bermotivasi melalui suatu
tujuan yang penuh arti. Pada dasarnya terdapat 2 jenis tujuan yakni tujuan
pekerjaan dan tujuan pribadi. Tujuan pekerjaan akan berhubungan dengan materi
dan bagaimana para manajer menyempurnakan kelompoknya. sementara tujuan
pribadi terdeteksi dari kepercayaan yang
kuat dan dedikasi yang mendalam,yang menjadi alasan utama seseorang memegang
tujuannya.
Sejak
pencapaian tujuan menjadi hal terpenting dari suatu organisasi, komunikasi perlu
dibangun, komunikasi merupakan objek vital dari suatu konsep motivasi yang bisa
menggerakkan tujuan internal seseorang dalam menyajikan kepentingan organisasi.
Sistem Manajemen
Pada
akhirnya kita dimotivafisi oleh pendekatan manajemen formal menuju pencapaian
tujuan organisasi. Hal itu akan berkaitan langsung dengan jumlah peluang yang
diberikan oleh manajer kepada bawahanya untuk ikut menentuka keputusan yag juga
berpengaruh terhadap mereka. Sejauh mana manajer mempertimbnagkan kebutuhan dan
perasaan bahawan mereka kesempatan untuk berpartisipasi dan mempertimbangkan
kebutuhan karyawan dan perasaan bawahan mereka merupakan suatu konsep
komunikasi mandasar.
KONDISI KONDISI EXTRINSIK DALAM MOTIVASI
Pendekatan
lain untuk memotivasi orang-orang dapat kita lihat pada sektor extrinsik yakni
pekerja cenderung bekerja lebih efektif jika mereka diberikan penghargaan dari
pihak external misalnya saja seperti
pemberian gaji yang lebih tinggi, promosi atau persetujuan oleh rekan mereka.
Pembayaran Insentif
Terdapat
beberapa rencana pembayaran insentif yang didesain untuk meningkatkan performa
pekerja contohnya :
1. Sistem pembayaran setiap minggu, pembayaran gaji
minggu dijamin
2. Pendekatan piece
rate pembayaran upah terkecil dengan
produktivitas pekerja
3. Sistem “merit
raise” Pembayaran upah tergantung pada performa individu
4. Pemberian komisi,pembayaran terkecil dengan
beberapa barang yang terjual
5. Pemberian bonus pembayaran terkait pada
produktivitas individu atau kelompok
Meskipun hampir semua orang mendapatkan penghasilan
yang meningkat dalam suatu organisasi,
akan tetapi jenis rencana pemberian insentif dapat berpengaruh terhadap efek
yang dihasilkan mengabaikan aspek kinerja tertentu, pelaporan data yang tidak
sesuai dan mengetahui hubungan antara
kinerja balik dan hasil negatif jelas merupakan sebuah program tanpa komunikasi
yang diakibatkan oleh pembayaran insentif yang tidak sesuai.
Penilaian Kinerja Dan Promosi
Setiap
organisasi memilikin standar kebijakan sendiri dimana manajer memberikan
penilaian individu didalam departemenya aetiap enam bulan, atau jangka waktu
yang telah ditentukan. Terhadapat beberapa alasan, mengapa penilaian
diperlukan.
1. Hal tersebut merupakan cara yang terbaik untuk mengidentifikasi
dan menjadi keryawan dengan produktifitas tinggi dan karyawan dengan
produktiitas yang rendah dapat dialokasikan dan diberikan konseling
2. Sistem akan membangun sebuah hubungan kerja yang
kuat diantara manajer dan karyawan dan hal itu dapat membantu meningkatkan
kualitas dan kualitas pekerjaan.
3. Kebijakan meningkatkan basis objektif untuk
meningkatkan pendapatan dan promosi
4. Sebuah sistem formal menyediakan pelatihan yang
lebih baik bagi individu individu oleh manajer dibandingkan tidak ada sistem
sama sekali.
Jadi pemberian penilaian untuk promosi adalah kunci
efekifitas jadi suatu perangkat motifasi sebuah penilaian hanya akan berakhir
pada saat perasaan sedang sulit, frustasi atau air mata dapat memberikan
sedikit motivasi bagi karyawan
Kesepakatan untuk mendapatkan promosi dalam hal
mendapatkan promosi yang lebih tinggi dan biasanya akan mendapatkan
taggungjawab pada posisi yang lebih tinggi dan biasanya aka berhubungan
langsung padapeningkatan pendapatan. Agar lebih efektif promosi harus memenuhi
salah satu dari ke dua kriteria berikut ini :
1. Karyawan di percayakan dengan tugas atau
tanggungjawab yang lebih sulit dari sebelumnya.
2. Karyawan membuat keputusan tertentu mengenai
pekerjaannya yang sebelumnya hanya dibuat oleh manajemen
Apabila tidak ada kriteria diatas yang terpenuhi
maka sebuah promosi hanyalah sebuah kesepkatan kerja.
MOTIVASI UNTUK BERKOMUNIKASI
Untuk mencapai motivasi, manajemen harus berkomitmen diri untuk program
komunikasi internal, dengan ini bukan berarti hanya papan buletin diterima,
organ rumah dan program penerbitan perusahaan, tapi komunikasi sebagai filosofi
managemen diterima oleh kata dan perbuatan. sama seperti banyak hal-hal yang
dikomunikasikan dalam organisasi dengan apa yang dikatakan. misalnya studi
organisasi rumah sakit Britania yang besar menyimpulkan bahwa di rumah sakit di
mana komunikasi adalah baik. Ada adalah omset perawat kurang mahasiswa dan
rumah sakit pasien tinggal shoter daripada di rumah sakit di mana komunikasi
tidak efektif. pada mereka rumah sakit dengan komunikasi yang baik ditemukan
bahwa:
1. Informasi
mengalir dalam satu lingkaran, baik ke bawah dan
ke atas
2. Para staf senior memperlakukan staf junior lebih sebagai mitra
3. Staf senior yang menciptakan suatu lingkungan di mana itu mungkin untuk belajar
2. Para staf senior memperlakukan staf junior lebih sebagai mitra
3. Staf senior yang menciptakan suatu lingkungan di mana itu mungkin untuk belajar
Meringkas
hasil penelitian ini, kesimpulan berikut dibuat tentang pentingnya komunikasi dalam memotivasi individu :
1. Ada aspek
tertentu dari negosiasi
tersirat dalam setiap komunikasi yang efektif. pengirim harus siap untuk membiarkan penerima mempengaruhi dia
2.
Komunikasi yang
efektif lebih tergantung
pada sikap dari pengirim menuju penerima dari
pada hadiah pembicara untuk komunikasi
3.
Inkonsistensi
antara apa supervisor mengatakan dan apa yang
dia menyampaikan melalui gesture, intonasi. ekspresi
dan bahkan kelalaian adalah apa bawahan yang
ada dalam pikiran ketika mereka mengatakan mereka
tidak benar-benar tahu di mana mereka berdiri.
motivasi adalah masalah yang sangat kompleks. masalah rumit oleh fakta
bahwa kita berhadapan dengan orang-orang dan sikap. yang keduanya sangat
kompleks dalam diri mereka. orang pada pekerjaan tidak berbeda dari orang di
luar pekerjaan. setiap hari dia membawa ke tempat kerja sikap, prasangka,
perasaan, ketegangan, dan emosi yang dikembangkan oleh pola keseluruhan
hidupnya. jika manajer, kemudian. bisa melakukan apa saja untuk menghasilkan
motivasi. mereka harus firs menyediakan lingkungan untuk kepuasan kerja. Faktor
kebersihan harus diterima.
Anda sedang membaca artikel berjudul

0 komentar:
Posting Komentar